Prinsip dasar perdagangan internasional:

•          prinsip kebebasan para pihak dalam berkontrak (the principle of the freedom of contract)

•          prinsip pacta sunt servanda

•          prinsip penggunaan arbitrase

•          prinsip kebebasan komunikasi (navigasi)

1. Prinsip Kebebasan Berkontrak

•       Setiap sistem hukum pada bidang hukum dagang mengakui kebebasan para pihak untuk membuat kontrak-kontrak dagang internasional. Kebebasan tersebut mencakup bidang hukum yang cukup luas yang meliputi:

–      kebebasan untuk melakukan jenis-jenis kontrak yang disepakati para pihak

–      kebebasan untuk memilih forum penyelesaian sengketa dagang

–      kebebasan untuk memilih hukum yang akan berlaku terhadap kontrak, dll.

•       Kebebasan ini tidak boleh bertentangan dengan UU, kepentingan umum, kesusilaan, kesopanan dan persyaratan lain yang di tetapkan oleh masing-masing sistem hukum.

2. Prinsip Pacta Sunt Servanda

•       Pacta sunt servanda adalah prinsip yang mensyaratkan bahwa kesepakatan atau kontrak yang telah ditandatangani harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya (dengan itikad baik).

•       Seperti pada prinsip kebebasan berkontrak, prinsip ini pun bersifat universal dimana setiap sistem hukum di dunia menghormati prinsip ini.

3. Prinsip Penyelesaian Sengketa Melalui Arbitrase

•       Arbitrase sebagai forum penyelesaian sengketa semakin umum digunakan dalam perdagangan internasional  dan banyak dicantumkan dalam kontrak-kontrak dagang.

•       Kelebihan dan alasan mengapa arbitrase dijadikan prinsip dasar dalam hukum perdagangan internasional:

         Moreover, to the extent that the settlement of differences is referred to arbitration, a uniform legal order is being created. Arbitration tribunals often apply criteria other than those applied in courts. Arbitrators appear more ready to interpret rules freely, taking into account customs, usage and business practice. Further, the fact that the enforcement of foreign arbitral awards is generally more easy than the enforcement of foreign court decisions is conducive to a preference for arbitration (Goldstajn).

4. Prinsip Kebebasan Komunikasi (Navigasi)

•       Komunikasi adalah kebebasan berkomunikasi para pihak dengan siapa pun untuk keperluan dagang melalui berbagai sarana navigasi, baik darat, laut, udara, atau melalui sarana elektronik.

•       Kebebasan ini sangat esensial bagi terlaksananya perdagangan internasional. Aturan-aturan hukum (internasional) memfasilitasi kebebasan ini. Dalam berkomunikasi untuk maksud berdagang ini kebebasan para pihak tidak boleh dibatasi oleh sistem ekonomi, sistem politik, atau sistem hukum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s